Lidah (Dimuat di Banjarmasin Post edisi 2 September 2018)

Suara rel riuh. Subuh hampir dekat dengan matahari. Dan kota terbangun, bersama sisa hujan semalam. Seorang wanita mengenakan kembali pakaiannya yang berserakan, lalu meninggalkan Pasar Kembang dengan membawa beberapa lembar uang di tangan. Tapi siapa ia kenali? Lampu kota? Harum embun pada peron? Atau sepasang anak yang menanti kepulangannya, di sebuah desa yang jauh? ***... Continue Reading →

Iklan

Lukisan Jembatan (dimuat di Solo Pos edisi 12 Agustus 2018)

  Di rumah berdinding gelap itu, seorang lelaki tua duduk menghadap ke arah lukisan jembatan yang dipasang pada dinding ruang tengah. Hanya ada satu lukisan yang di sudut kanan atasnya terdapat warna merah menyala, bentuknya seperti cipratan cat yang jatuh ke lantai. Namun lelaki tua itu tak tahu, dari mana warna itu muncul. Padahal, tujuh... Continue Reading →

Percakapan Malam Hari (Dimuat di Takanta.id edisi 27 Mei 2018)

“Apa yang akan kau lakukan ketika suatu saat aku ketahuan selingkuh?” tanya seorang suami kepada istrinya. Di sebuah malam yang dingin. Di hadapan meja bundar yang memamerkan secangkir kopi. “Kau sungguh menanyakan hal itu kepadaku?” “Tentu saja.” “Aku tidak tahu.” “Tapi kau harus menjawabnya.” “Apa yang membuatmu menanyakan hal itu? Apakah kau ingin menikah lagi?”... Continue Reading →

Sebungkus Kado untuk Arila

  -Cerpen ini saya tulis sekitar tiga ratus enam puluh sembilan hari yang lalu. Cerpen ini, kalau boleh jujur, adalah hasil imajinasi dari mimpi saya sendiri, dan sekaligus adalah cerpen pertama yang saya tulis. Sesuai dengan judulnya, cerita ini adalah bentuk dari sebuah kado untuk seseorang. Tentu saja perempuan. Dan jika ada yang bertanya di... Continue Reading →

Tentang Bunga dan Sajak (Dimuat di Banjarmasin Post edisi 4 Februari 2018)

Bunga, mengenangmu adalah pekerjaan paling mudah selama aku hidup.... Bunga, begitu aku memanggilmu, 30 tahun yang lalu. Bunga, terlihat cantik, indah, dan tampak begitu anggun, tanpa harus membawa bunga-bunga. Tapi heran, kenapa kau sangat menyukai bunga? Mungkin, karena kau tertulis sebagai wanita. Sempat dulu kita pergi ke sebuah taman yang memiliki berbagai macam bunga, bermekaran... Continue Reading →

Janin (Dimuat di Apajake.id edisi 27 Desember 2017)

Dulu, ketika aku masih tertidur di alam rahim, sebelum usiaku menginjak sembilan purnama, aku sempat bermimpi. Dalam mimpiku itu, mimpi yang kurasa adalah mimpi buruk, aku bunuh orangtuaku sendiri. Tapi kenyataannya, akulah yang telah dibunuh oleh mereka. Dan pada saat aku terbunuh, aku terbang bebas ke langit. Juga bersama janin-janin lainnya. *** Jika kau sempat... Continue Reading →

Tentang Kota yang Kesepian (Dimuat di Cendana News edisi 9 Desember 2017)

            Suatu saat nanti, entah kapan,             Saya percaya, kota ini akan bergerak.             Menemui nasib yang lebih baik.             Sebab waktu, ia tidak pernah diam.             Langit sudah cerah, ketika Sahir pulang, pukul 5 pagi. Tapi udara masih dingin. Ia sedang memeluk seorang anak laki-laki yang mengenakan baju compang-camping, mungkin usia 12 tahun. Di... Continue Reading →

Jembatan Charles dan Cerita Pendek tentang Senja (Dimuat di Media Indonesia edisi 15 Oktober 2017)

            “Suatu saat nanti ... dalam keadaan yang tak pernah kita tahu, kita pun akan belajar meninggalkan.”             Dan wanita itu pun pergi, meninggalkan kekasihnya. Tepat pukul 5 sore. Ketika senja jatuh di kedua mata mereka. Ketika matahari mulai meredup dan menghasilkan siluet bangunan kota yang menakjubkan. Tak ingin kalah, lampu-lampu di jembatan tua ini... Continue Reading →

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑