Kelabu Pada Langit yang Biru

Langit menjadi kelabu, kelabu itu mengotori langit. Si kelabu itu bernama awan. Dan lahirlah yang bernama mendung: awan yang menggumpal mirip adonan kue yang pernah Ibu buat. Sungguh suasana yang paling ku takuti saat aku masih belia, saat polos itu menggerayangi tubuh mungilku. Kala itu mendung datang bersama pasukannya. Dulu Ayahku menyebutnya "Pasukan yang turun... Continue Reading →

Iklan

Sebuah Perjumpaan yang Singkat

Pagi itu, mentari mulai manampakkan pesonanya pada ranting yang telah tergantung lelah--hanya nampak, bukan muncul--aku keluar melewati jendela yang lupa ku tutup semalam. Sebuah dingin masih saja tampak di depan mata. Duh betapa dinginnya sampai bulu kuduk tak mampu menahan untuk tak berdiri. Lagi-lagi ku dibalut rasa candu merebahkan diri pada kasur. Ah, betapa tak... Continue Reading →

Abstrak

Kini dan esok akan kau temukan pada dini hari Waktu masih saja berbisik melampiaskan kekesalan Waktu adalah sebuah lingkaran Terus mengitari dirinya sendiri Sungai itu, Sungai itu mengalir, menyongsong arus Merongrong lalu menyapa muara Dan akhirnya tiba ke laut jua Hidup adalah petaka Bagi mereka yang telah membuat sejarah Bagi mereka yang melakukan sebuah kenyataan... Continue Reading →

Teruntuk Masa Depan

Lihatlah Kami adalah kapal baru Berlayar meninggalkan pelabuhan yang dikatakan lama Dimuati segala baru yang melulu biru Menyongsong beban Memikul layar tak bernyawa Juga sauh yang terkapar Kami tak meminta apa-apa Pada laut biru yang membentang Pada langit yang membelai akal Selain hanya keselamatan Saat menepi di ujung patih Kami menceracau pada jerit camar, memikulnya... Continue Reading →

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑