Bunga Untuk Ibu

Ibu, begitu aku memanggilmu Ibu, hadir atas nama cinta Dari sebuah karya Tuhan yang disebut seorang hawa Takdir menjadikan aku sebagai anak Dan Ibu, begitu pula sebaliknya Tidak ada yang minta untuk dilahirkan Aku begitu lancang dengan sajak yang ku tulis Dengan semua peristiwa yang telah hadir di depan matamu Semua tidak sebanding, tidak sedikit... Continue Reading →

Iklan

Di Sebuah Bangku Penumpang

-Saya menulis ini ketika sedang dalam perjalanan pulang ke kampung halaman. Hari ini tidak sedang hujan. Mendung pun tidak. Panas, penuh dengan keringat. Lusuh, ingin membilas tubuh. Di balik punggung sopir saya duduki bangku penumpang. Sangat menyenangkan ketika berada di dekat jendela. Dari balik jendela pula saya dapat melihat ke luar. Batas pandangan rabun ketika... Continue Reading →

Pagi dan Bunga

Ku sebut kau Bunga Dalam kisah yang ditulis sendiri sang Tuan Dingin, sunyi dan menggigil Sedikit peristiwa lampau masuk diam-diam Melewati jendela kamar yang lupa ditutup semalam Malam sudah terlampau remang lalu basah Embun menjelma kelahiran lain Kelopak Bunga sudah lama terpejam Diam-diam mengintip karya surga dari mata seorang hawa Bulu pena sang Tuan terlihat... Continue Reading →

Sedikit

-sebuah fiksi Aku sedikit gelisah ketika di luar sedang hujan. Hari itu hujan mengepung lingkungan kampus. Bukan hanya perihal datang dan pulang. Semua tahu bahwa hujan pasti akan berhenti. Dan kamu tahu bahwa aku sedikit gelisah bukan karena hujan. Tetapi karena terjebak hujan denganmu. Kamu pintar dalam membaca raut wajah. Dan aku sedikit bodoh untuk... Continue Reading →

Gadis dan Kota

Ini kota yang katamu penuh dengan jalanan berliku Lorong, tangga, tanah yang ditumbuhi gedung-gedung raksasa Semua telah kususuri secara tuntas bersamamu Tapi semua sama saja, ketika hujan membasahi Tak ada yang terlewati, semua menjadi becek dan busuk Sudah ku duga di sini semua hidup tanpa rasa Manusia-manusia memakai topeng Berjalan dalam keramaian, semua takut terhadap... Continue Reading →

Tahun ke Tiga

Saya ingin sedikit bercerita tentang adik saya. Hari ini tanggal 6 November 2016, genap sudah umurnya 3 tahun. Saya masih ingat, tiga tahun yang lalu, saya di pasrahkan untuk memberikan sebuah nama: Akbar Nurdaffa Risky. Entahlah, secara acak saya menggabungkan kata demi kata. Yang jelas semua kata itu terkandung di dalam kitab klasik. Umur 3... Continue Reading →

Mimpi Pada Sebuah Kereta

-sebuah fiksi Tadi pagi hampir hujan. Untung saja mendung tak meneteskan ludahnya. Aku pergi tanpa membawa payung. Sendiri tanpa kawan, tanpa sanak maupun keluarga, apalagi kekasih. Tanpa semuanya. Aku hanya membawa tas hitam berisikan dua nasi bungkus dan beberapa potong baju. Hari ini aku berniat untuk pergi jauh dari desa. Pada akhirnya hujan turun. Tepat... Continue Reading →

Blog di WordPress.com.

Atas ↑