Sajak Tentang Emosi

Aku ingin menulis sajak, sedikit saja Karena sunyi ini hampir membunuh doaku Aku ingin menulis doa, sepenggal saja Karena pekat ini hampir menampar wajahmu Kamu percaya, Masih banyak tempat lain yang lebih indah dari taman, bukan? Aku ingin mengajakmu ke sana Seperti pelabuhan, yang tak mengajarkan bunga bermekaran Aku ingin sekadar belajar melempar sauh di... Continue Reading →

Iklan

Untuk Bunga

Untuk Bunga, yang sedang rebah di pembaringan Detak jarum jam terus memutar dirinya sendiri Terus mengulang dirinya sendiri Sekehendaknya mengatur keberangkatan dan kepulangan Lalu aku, lelaki yang di balur kekalutan Sedang mengeja namamu di pengujung malam Berbisik di sela-sela telinga kirimu: "Tetaplah tersenyum, maka masalah terselesaikan" Untuk Bunga, yang sedang menyiram kelopaknya Aku menulis ini... Continue Reading →

Tahun ke Tiga

Saya ingin sedikit bercerita tentang adik saya. Hari ini tanggal 6 November 2016, genap sudah umurnya 3 tahun. Saya masih ingat, tiga tahun yang lalu, saya di pasrahkan untuk memberikan sebuah nama: Akbar Nurdaffa Risky. Entahlah, secara acak saya menggabungkan kata demi kata. Yang jelas semua kata itu terkandung di dalam kitab klasik. Umur 3... Continue Reading →

Mimpi Pada Sebuah Kereta

-sebuah fiksi Tadi pagi hampir hujan. Untung saja mendung tak meneteskan ludahnya. Aku pergi tanpa membawa payung. Sendiri tanpa kawan, tanpa sanak maupun keluarga, apalagi kekasih. Tanpa semuanya. Aku hanya membawa tas hitam berisikan dua nasi bungkus dan beberapa potong baju. Hari ini aku berniat untuk pergi jauh dari desa. Pada akhirnya hujan turun. Tepat... Continue Reading →

Ketika

-sebuah fiksi Malam itu sedikit mendung, sepertinya akan turun hujan. Tanpa jaket aku membuka pintu dan melangkah keluar. Aku tahu kalau di luar begitu dingin. Namun aku tidak bisa mengatakan baik-baik saja ketika merasa lapar. Aku sudah memutuskan untuk keluar sebentar demi terisinya perut. Setelah selesai mendiamkan perut aku ingin pulang. Di perjalanan pulang, aku... Continue Reading →

Di Ruang Tengah

Hari ini, seperti biasa, saya selalu gagal untuk membilas tubuh di pagi hari. Bukan hanya saya. Kawan satu kontrakan pun demikian. Entahlah, kamar mandi itu menjauh dengan sendirinya. Ini bukan perihal malas. Bukan juga masalah dingin. Namun ini hanya mengenai kosongnya perut di pagi hari. Sungguh rutinitas yang keren bagi sebagian perantau. Jam dinding begitu... Continue Reading →

Pergi

Malam itu hanya menyisakan sedikit bintang pada langit yang temaram Sepertinya Ia ingin mengucapkan rindu pada daratan Seolah Ia juga ingin membuat hatimu merasa mendung Kau tampak begitu bengis, begitu hina Petir begitu akut menderu-deru menepis cakrawala Ketika kau melangkah keluar dan membanting pintu rumah Tanpa jas hujan kau berlari dalam kabut malam Hujan itu... Continue Reading →

Bertemu dan Lepas

Tanpa memakai gincu merah jambu, bibirmu sudah terlihat basah Cukuplah untuk membuat kemarau itu pun menjadi basah Aku tak mengerti sebenarnya, tentang senyum yang begitu sederhana Tentang candu yang begitu cepat datang menghujat Bertemu dan lepas, begitulah tatapan berada di antara keduanya Sedang kamu menahanku untuk sekadar menatap matamu Kepalamu menunduk, membuang tatapanku pada tanah... Continue Reading →

Balada Perempuan Kecil

Berawal dari sosok lelaki gagah Lelaki yang lahir dalam lingkaran kasta tertinggi Namun jiwanya sangat sederhana, begitu lembut Mengasihi sosok wanita yang tak berada pada kasta Mereka ditakdirkan untuk saling menggenggam Walau sebenarnya, dunia tak memberi izin Lalu mereka mencipta dunianya sendiri Tanpa gaun pengantin, wanita itu mengandung seorang anak Anak yang tak diinginkan dunia... Continue Reading →

Blog di WordPress.com.

Atas ↑