Buku Kumpulan Cerpen: Romila dan Kutukan Ingatan dan Cerita Pendek Lainnya

SALAH satu cara untuk mengingat yang sudah ialah dengan menulis. Sebuah kegagalan bagi saya ketika tidak menuliskan apa-apa sepanjang hidup sebagai manusia. Setidaknya ada sebuah karya yang tertinggal.... Begitulah, kutipan yang saya dapat dari tulisan kawan lama yang saya anggap mempunyai makna bahwa manusia adalah tempat lupa. Maka dari itu saya menulis untuk memudahkannya. Mulanya,... Continue Reading →

Iklan

Di Sebuah Bangku Penumpang

-Saya menulis ini ketika sedang dalam perjalanan pulang ke kampung halaman. Hari ini tidak sedang hujan. Mendung pun tidak. Panas, penuh dengan keringat. Lusuh, ingin membilas tubuh. Di balik punggung sopir saya duduki bangku penumpang. Sangat menyenangkan ketika berada di dekat jendela. Dari balik jendela pula saya dapat melihat ke luar. Batas pandangan rabun ketika... Continue Reading →

23.30

Seperti halnya ketika kamu bersepeda lalu dihadapkan pada jalanan yang menanjak. Terkadang kamu harus memilih, kembali atau terus mengayuh. Atau pilihan ketiga ialah turun dari sepeda dan menuntunnya. Sebab terlalu bernafsu terhadap tujuan juga tidak baik sebenarnya. Agustus, 2016

Sederhana dengan Mengayuh

Ketidakpastian adalah kebebasan untuk memilih. Ketika kamu dihadapkan dengan banyak pilihan, pungutlah sesukamu. Walau kamu tahu bahwa sebenarnya ada keraguan. Namun saat pilihan itu sudah kamu genggam, tetaplah nikmati bersama ketidakpastian yang selalu merintih. Percayalah bahwa di ujung sana kamu akan menemukan kepastiannya. "Besok lanjut bersepeda mas? Kemana?" "Ayo dah. Ke pantai enak lep. Lumayan... Continue Reading →

Teruntuk Masa Depan

Lihatlah Kami adalah kapal baru Berlayar meninggalkan pelabuhan yang dikatakan lama Dimuati segala baru yang melulu biru Menyongsong beban Memikul layar tak bernyawa Juga sauh yang terkapar Kami tak meminta apa-apa Pada laut biru yang membentang Pada langit yang membelai akal Selain hanya keselamatan Saat menepi di ujung patih Kami menceracau pada jerit camar, memikulnya... Continue Reading →

Penat

Beberapa hari yang lalu seorang kawan menumui Saya. Mengajak dan membujuk supaya ikut dengannya untuk berkunjung ke rumah saudaranya diluar kota. Tanpa pikir panjang Saya terima ajakannya. Kebetulan sekali di saat liburan seperti ini. Pikir Saya ini saatnya berlibur. Sebentar, berlibur ? Ah Saya lebih suka menyebutnya ritual menghabiskan uang. Bukan kaum hedon. Hanya ingin... Continue Reading →

Dan Saya pun Mulai “Menulis”

“Apalah Saya ?” sebuah pertanyaan sederhana yang Saya sendiri tidak tau persis apa maksudnya. Sebuah pertanyaan yang diucapkan oleh seseorang (sepupu saya) yang pura-pura bodoh mengucapkannya dengan raut bibir yang sedikit mengundang kekesalan bagi yang melihatnya. Dari situ Saya tertarik. Tertarik akan arti dari setiap kata-kata yang terucap. Entah Saya terhipnotis atau hanya membesar-besarkan “kata-kata”... Continue Reading →

Blog di WordPress.com.

Atas ↑